![]() |
| Glory Morning of Juhu |
Nan jauh di
tengah belantara Kalimantan di Pengunungan Meratus, tesebutlah sebuah desa yang
terletak di ketinggian sekitar 560 mdpl, tersembunyi diantara lebatnya hutan
yang masih terjaga kealamiannya.
Bagi
penduduk setempat, hanya butuh waktu sekitar 10 jam untuk mencapai desa ini
dari jalan terakhir yang bisa untuk dilalui oleh kendaraan bermotor di Desa
Kiyu. Namun bagi kita pejalan yang tidak terbiasa dengan kontur alam di gunung
butuh waktu sekitar 2 hari untuk mencapainya.
Setelah
berjalan kaki mendaki beberapa gunung dan menyeberangi beberapa sungai maka
tibalah kita di Desa Juhu yang terletak di Pegunungan Meratus dan termasuk
dalam wilayah administrasi Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai
Tengah, Kalimantan Selatan.
![]() |
Trek Menuju Desa Juhu
|
Yang menjadi kelebihan dari desa ini
adalah hamparan rumput yang terhampar hijau menutupi permukaan tanah, batu-batu
yang gunung yang berserakan menambah keindahan panorama desa ini. Udara yang sejuk dan bebas dari polusi membuat semakin betah di tempat ini.
Rumput-rumput yang tumbuh alami ini tidak dibentuk dengan sengaja oleh penduduk, namun oleh alam. Kerbau yang berkeliaran bebas di sekeliling desa bak ahli pertanaman memotong rumput-rumput yang mulai meninggi sebagai makanan mereka sehari-hari, menyuburkan rumput dengan pupuk alami dari kotoran yang mereka keluarkan.
Rumput-rumput yang tumbuh alami ini tidak dibentuk dengan sengaja oleh penduduk, namun oleh alam. Kerbau yang berkeliaran bebas di sekeliling desa bak ahli pertanaman memotong rumput-rumput yang mulai meninggi sebagai makanan mereka sehari-hari, menyuburkan rumput dengan pupuk alami dari kotoran yang mereka keluarkan.
![]() |
| Hamparan rumput nan hijau |
Di sebelah
barat desa ini tampak berdiri dengan gagah puncak tertinggi di Provinsi
Kalimantan Selatan, Gunung Halau-halau. Pada 17 Agustus setiap tahunnya puncak
itu dipenuhi oleh para pendaki dari seluruh Kalimantan yang merayakan
kemerdekaan Indonesia.
Suku Dayak
Meratus yang mendiami desa ini akan menyambut dengan setiap kedatangan tamu
yang datang ke tempat mereka, namun selama ini hanya para pencinta alam yang
sering datang ke sini, hanya sedikit wisatawan yang pernah datang karena medan
berat yang harus dilalui.
![]() |
Keluarga sederhana namun bahagia
|
Mereka
tinggal di rumah-rumah mereka yang sederhana yang terbuat dari bahan yang
tersedia melimpah di sekitar desa, sebagian masih berdinding berlantaikan
bambu, namun sebagian sudah terbuat dari kayu dan beratapkan seng. Di desa ini hanya
ada satu sekolah dasar yang katanya diresmikan langsung oleh Presiden Republik
Indonesia KH. Abdurrahman Wahid pada tanggal 17 Mei 2001.
Ingin datang ke desa terindah ini? Siapkan
fisik anda untuk meyusuri rimba Borneo.
![]() |
| Rumah kepala desa |
![]() |
| pemotong rumput alami |
![]() |
| Perempuan Dayak dan anjingnya |
![]() |
| Desa terindah |










Tidak ada komentar:
Posting Komentar